Dwi Suryanto - Analisis Pengaruh Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan, dan Pengeluaran Pemerintah thd Pertumbuhan Ekonomi di Subosukawonosraten Tahun 2004-2008

Tugas Akhir / Skripsi Ekonomi Regional
Disusun oleh: Dwi Suryanto
Program Sarjana Universitas Diponegoro
Bidang Ilmu Ekonomi Regional
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Intisari:

Dalam pelaksanaan pembangunan, pertumbuhan yang tinggi merupakan sasaran utama bagi negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama suatu periode tertentu tidak lepas dari perkembangan masing-masing sektor atau subsektor yang ikut membentuk nilai tambah perekonomian suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi masih meninggalkan permasalahan yang harus dihadapi didalam pembangunan suatu daerah.

Salah satu realitas pembangunan adalah terciptanya kesenjangan pembangunan yaitu terjadinya perbedaaan laju pertumbuhan antar daerah dan antar kawasan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan kemakmuran dan kemajuan antar daerah (Mudrajat Kuncoro,2003). Pertumbuhan ekonomi yang cepat akan menimbulkan ketimpangan distribusi pendapatan hal ini dikarenakan tidak memperhatikan apakah pertumbuhan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk atau perubahan struktur ekonomi.

Penerapan otonomi daerah mulai tahun 2004 sampai sekarang pada dasarnya bertujuan untuk mengefisienkan segala kebijakan yang berkaitan tentang urusan daerah, dengan harapan agar kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masing-masing daerah, sehingga mampu mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Diharapkan dengan penerapan otonomi daerah pertumbuhan ekonomi lebih baik dari masa sebelumnya.

Melalui Perda Propinsi Jawa Tengah No. 8 tahun 1992 dengan pembaruan Perda Provinsi Jawa Tengah No. 21 Tahun 2003 tentang “Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah”, pemerintah provinsi membentuk kawasan kerjasama antar daerah yang dipandang dari potensi dan struktur ekonomi kewilayahan dapat dimanfaatkan bagi upaya pemerataan pembangunan dalam suatu kawasan. Berdasarkan Perda itu, Propivinsi Jawa Tengah menetapkan kawasan kerjasama antara lain sebagai berikut Barlinmascakep (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen), Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar,Wonogiri, Sragen, Klaten), Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi), dan Sampan (Sapta Mitra Pantura).

Kawasan regionalisasi Subosukawonosraten salah satu kawasan regionalisasi yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibandingkan dengan kawasan regioanalisasi lain di wilayah Jawa Tengah. Selama 2004 sampai 2008 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar Wonogiri, Sragen, Klaten) mengalami fluktuasi. Kenaikan dan penurunan tersebut dapat dipengaruhi oleh tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengeluaran pemerintah. Jumlah angkatan kerja pencari kerja di Subosukawonosraten terus mengalami kenaikan sedangkan penyerapannya kecil. Begitu pula terjadi pada penduduk tamatan SLTA + (tamatan SLTA dan Perguruan Tinggi) pertumbuhannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan tapi tingkat penyerapannya tenaga kerja lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk tamatan SLTA +. Pengeluaran pemerintah di Subosukawonosraten lebih bersifat konsumtif.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Subosukawonosraten. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel data (data time series selama 5 tahun dari 2004-2008 dan data cross-section sebanyak 7 data mewakili kawasan Subosukawonosraten yang menghasilkan 35 observasi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Least Square Dummy Variabel (LSDV). 

Hasil estimasi yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja, tingkat pendidikan dan pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Subosukawonosraten.

No comments:

Post a Comment

Skripsi Ekonomi Pembangunan - Headline Animator