Sylvianingrum Firdauzi - Analisis Faktor Produksi Usahatani Padi Rojolele dan Padi IR64

(Studi kasus di Desa Candirejo, Kec. Ngawen, Kab., Jawa Tengah)

Tugas Akhir / Skripsi Ekonomi Pembangunan
Disusun oleh: Sylvianingrum Firdauzi
Program Sarjana Universitas Diponegoro
Fakultas Ekonomi
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Intisari:

Kabupaten Klaten termasuk dalam 10 besar kabupaten penghasil padi di wilayah Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Klaten berpotensi untuk mengembangkan potensinya dalam hal produksi padi. Didukung dengan kondisi wilayah yang sebagian besar dataran rendah serta kemudahan akses pemasaran produk, memungkinkan untuk memaksimalkan fungsi lahan.

Produksi padi di Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Klaten rata-rata mengalami peningkatan produksi hal ini menyebabkan petani makin banyak menanam tanaman pangan seperti padi yang merupakan makanan pokok. Dengan adanya pengaruh hal tersebut macam-macam jenis varietas padi makin banyak di tanam setiap musimnya, misal : padi Rojolele, padi Menthik Wangi, padi IR64, padi Ciherang dll.

Luas lahan untuk usahatani padi di Kecamatan Ngawen lebih dari 100 Ha dimana hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun untuk diperjual belikan. Luas panen padi di Kecamatan Ngawen cenderung mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai tahun 2009. Ketika luas panen terus menurun, rata-rata produksi padi mengalami fluktuasi, penyebab fluktuasi ini adalah karena penggunaan faktor produksi luas lahan tidak tepat. Faktor lahan merupakan faktor produksi yang paling besar pengaruhnya dalam menentukan tingkat produksi padi.

Produksi juga sangat dipengaruhi oleh penggunaan faktor produksi bibit dan pupuk. Hasil penelitian Ketut Sukiyono (2004) pada usahatani cabai menyebutkan bahwa pupuk TSP dan pupuk kandang berpengaruh secara nyata positif terhadap jumlah produksi cabai. Pemupukan yang teratur dan disesuaikan dengan kebutuhannya maka hasil produksi usahatani akan lebih maksimal, karena dengan pemanfaatan fungsi lahan serta didukung pemupukan yang baik serta penggunaan bibit unggul maka terciptalah hasil produksi yang bermutu.

Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor Produksi Usahatani Padi Rojolele dan Padi IR64 (Studi kasus : Desa Candirejo, Kecamatan Ngwen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah)”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara petani Padi Rojolele dan petani Padi IR64, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi.

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linear berganda, analisis frontier dan uji efisiensi. Analisis regresi linear berganda menggunakan variabel dependen jumlah produksi dan variabel independen meliputi luas lahan, bibit, pupuk, pestisida, dan jumlah tenaga kerja. 

Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil bahwa semua variabel berpengaruh positif dan secara signifikan mempengaruhi produksi Padi Rojolele maupun Padi IR64. Nilai efisiensi teknis petani Padi Rojolele dan petani Padi IR64 yaitu 0.99999907 dan 0.90490394 maka dapat dikatakan bahwa usahatani padi tidak efisien secara teknis. Nilai efisiensi harga petani Padi Rojolele sebesar 35,29914 dan nilai efisiensi ekonomi sebesar 35,299107 maka dapat dikatakan bahwa usahatani Padi Rojolele belum efisien secara harga maupun ekonomis. Untuk usahatani Padi IR64 nilai efisiensi harga sebesar 9,1021 dan nilai efisiensi ekonomis sebesar 8,236526152 maka dapat dikatakan bahwa usahatani Padi IR64 belum efisien secara harga dan ekonomis. Dalam penelitian ini juga diketahui rasio R/C usahatani Padi Rojolele adalah 6,24 sedangkan Padi IR64 adalah 2,49. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani Padi Rojolele di daerah penelitian lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan usahatani Padi IR64.

1 comment:

  1. ini sawah apa? irigasi teknis, tadah hujan atau apa?

    ReplyDelete

Skripsi Ekonomi Pembangunan - Headline Animator